TMMD Sengkuyung II 2026 Ditutup, Dandim Salatiga Bacakan Amanat Pangdam IV/Diponegoro

    KABUPATEN SEMARANG - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 telah resmi mengakhiri jejak langkah pembangunannya di Dusun Kunci Putih, Desa Jatirunggo, Kabupaten Semarang. Upacara penutupan yang khidmat ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.

    Dalam momen penutupan tersebut, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho membacakan amanat penting dari Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin Darojat. Pesan utama yang disampaikan adalah penegasan bahwa desa memegang peranan kunci sebagai fondasi utama dalam kemajuan dan pembangunan bangsa.

    Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa, ” program TMMD tahun ini merefleksikan semangat kolaborasi dan kebersamaan yang luar biasa. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan seluruh elemen masyarakat terjalin erat untuk mengakselerasi pemerataan pembangunan hingga ke pelosok negeri, menyentuh langsung denyut kehidupan di desa.

    “Membangun desa merupakan strategi pemerintah untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Desa diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing di masa mendatang, ” ujar Pangdam IV/Diponegoro dalam amanatnya.

    Acara penutupan ini dihadiri oleh jajaran penting, termasuk Forkopimda Kabupaten Semarang, unsur TNI-Polri, para kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga Desa Jatirunggo yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kesuksesan pelaksanaan TMMD.

    Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Pangdam IV/Diponegoro menekankan bahwa TMMD adalah simbol nyata dari sinergi lintas sektor yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini menjangkau wilayah pedesaan, daerah terpencil, hingga kawasan yang terdampak bencana, menunjukkan komitmen TNI dalam melayani negeri.

    “TMMD merupakan wujud nyata sinergi dan kolaborasi terpadu antara TNI, kementerian dan lembaga pemerintah, pemerintah daerah, Polri, serta seluruh komponen masyarakat dalam mempercepat pembangunan di daerah, ” tegasnya.

    Kehadiran personel Satgas TMMD di tengah masyarakat tidak hanya membawa perubahan fisik melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat ikatan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial tumbuh subur, menciptakan atmosfer positif di lingkungan pedesaan.

    Pangdam IV/Diponegoro turut menyampaikan rasa apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan program ini. Mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, OPD terkait, hingga semangat gotong royong warga desa, semuanya menjadi kekuatan pendorong yang tak ternilai.

    “Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan TMMD. Kebersamaan ini menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah, ” pungkasnya.

    Dengan berakhirnya TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Kabupaten Semarang, harapan besar tertuju pada percepatan pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan, menjadikan desa sebagai lokomotif kemajuan bangsa.

    (Agung)

    tmmd pembangunan desa kemanunggalan tni kabupaten semarang gotong royong pembangunan nasional kodim salatiga tni-rakyat tni-polri
    Agung widodo

    Agung widodo

    Artikel Sebelumnya

    TMMD Sengkuyung 2026 Ditutup di Semarang,...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    TMMD Ke-128 Resmi Ditutup, Danpusterad Apresiasi Sinergi Pemkot Bekasi dan Masyarakat
    Pangdam XVII/Cenderawasih Resmi Tutup TMMD Ke-128 Kodim 1710/Mimika di Kampung Keakwa
    TMMD Ke-128 Diponegoro: Desa Makin Maju, UMKM Berkembang Pesat
    TMMD Sengkuyung 2026 Ditutup di Semarang, Pangdam IV/Diponegoro Tekankan Desa Jadi Pilar Ekonomi Nasional
    Delapan Pendulang Emas Tewas di Korowai Yahukimo, Koops TNI Habema Siapkan Evakuasi dan Kejar Pelaku

    Ikuti Kami